May 2013
1 post
Perempuan yang Menangisi Telaga
       Lama sudah telaga ini keringnya. Telah pula telaga ini lupa seperti apa air terupa. Sepanjang udara, hanya hampa yang terpatri di kedalamannya. Sekalinya juga, bayangan rembulan tak pernah jatuh di sana. Seperti termaktubkan. Akan sebuah janji di masa silam. Sedang perempuan itu masih terus menangis di samping telaga sepanjang malam. * Dahulu kala, penjaga telaga pernah begitu terpesona...
May 6th
March 2013
2 posts
“Hati tak pernah sungguh sepi. Hanya kita, yang menginginkan terlalu banyak hal...”
Mar 20th
2 notes
“Aku kerikil yang jatuh di dasar telaga, setelah tangan kirinya melemparku bagai...”
Mar 4th
1 note
February 2013
1 post
“‎….Sebab daun yang berguguran pasti memiliki pasangan. Akan ada tanah yang...”
– (Dikutip dari Antologi Cerpen RetakanKata 2012: cerpen Rhesus karya Zakiya Sabdosih)
Feb 18th
10 notes
September 2012
2 posts
Sulingkan volume angkasa. Lalu tuangkan ke hati kita. Agar yang tak terhingga tak hanya semesta. Tapi juga, hati kita. Yang dapat berbesar hati menerima segala. Luka, juga air mata. 
Sep 7th
1 note
Hati itu tuna wicara Ia tak pernah menjawab ketika aku bertanya padanya Sejatinya, ia mendengar aku bicara  Tapi ia hanya membalas dengan membuatku terus bertanya Hingga aku sadari karenanya Bahwa, ada hal-hal yang tak perlu kita tanyakan pada dunia Agar kita, tak mengingkari sendiri takdir yang kita punya 
Sep 7th
May 2012
4 posts
“Aku pernah mendengar, setiap 25 juta tahun manusia akan mengalami perputaran...”
May 7th
5 notes
“Engkau layang-layang yang sengaja kuputuskan benangnya, terbanglah dengan bebas...”
May 7th
“Seperti angin yang percaya tak ada musim yang baik ataupun musim yang tak baik,...”
May 5th
“Tuhan menciptakan kita sebagai hembusan angin, maka segalanya hanyalah masalah...”
May 5th
April 2012
6 posts
“Ada seorang anak kecil yang tertawa riang bermain hujan. Aku tersadar, selama...”
Apr 21st
1 note
“Tuhan, jangan jadikan ia berhala. Aku hanya ingin memuja, dengan sederhana.”
Apr 16th
4 notes
“Tak pernah ada yang begitu setia seperti air mata, yang begitu pandai menipu...”
Apr 14th
“Adakah yang lebih sunyi dari abu? Yang menyulam kehampaan satu demi satu setelah...”
Apr 4th
“Jangan mencintai bila tak memahami sebilah pedang. Sebab jatuh cinta adalah dua...”
Apr 4th
“Mencintai hanyalah sebuah lilin yang dibakar api. Kepadamu, tunggulah sampai ia...”
Apr 4th
March 2012
8 posts
“Di saku bajuku, aku menemukan puisi. Dalam denyut jantungku, rupanya ia sedang...”
Mar 26th
“Bila kelak kisahmu usai, yang akan mengingatmu hanyalah puisi; yang tak pernah...”
Mar 26th
“Puisi; tempat kau semayamkan lukamu sendiri.”
Mar 26th
1 note
“Bila cinta itu buta, biar adamu yang menjadi tongkatnya.”
Mar 9th
“Selendang mengambang, jiwaku sarat getar meluruh dada. Ulur tanganmu selendang,...”
Mar 5th
“Danau membentang tujuh selendang ungu. Curilah satu, biar jalan pulangku adalah...”
Mar 5th
“Cinta seumpama hamparan bingkai jendela. Ribuan daun jendela menunggu untuk...”
Mar 1st
“Kita sebuah cerita bingkai jendela. Aku udara yang berkelana, sedang kau jendela...”
Mar 1st
February 2012
9 posts
“Jika tatap matamu air, barangkali ia adalah air terjun yang paling kikir.”
Feb 24th
“Aku adalah genggam tangan, sedang kau adalah air. Seribu kali aku melingkup...”
Feb 24th
“Senyummu air, namun kepadaku ia menjelma titik nadir.”
Feb 24th
“Kenangan tak tahu apa-apa, tugasnya hanya menjadi masa lalu sambil membawa...”
Feb 22nd
“Kenangan; jalanan remang tanpa terang yang ingin selalu kau anggap rumah untuk...”
Feb 22nd
2 notes
“Kenangan berkata, “Mengingatmu adalah luka, namun tetap mengingatmu adalah...”
Feb 22nd
2 notes
“Andai kenangan sependek senja, barangkali ia tak akan pernah begitu menyiksa.”
Feb 22nd
1 note
“Kenangan adalah matahari terbenam. Dimana kala ia tenggelam, akan selalu ada...”
Feb 22nd
“Kenangan; tempat kita menghargai masa lalu. Maka biarkanlah ia berdebur dalam...”
Feb 22nd
January 2012
1 post
“Aku sering mengedip-ngedipkan mataku, berharap ada satu bulu mata jatuh sebagai...”
Jan 9th
1 note
December 2011
3 posts
“Tak apa jika aku adalah semburat kabut malam yang tak pernah kau elukan, dengan...”
Dec 20th
1 note
“Aku harap aku jatuh cinta pada cermin, yang rentang rasanya berbanding lurus;...”
Dec 11th
1 note
“Mungkin kita hanya sepasang tulang rusuk yang tertukar, itu sebabnya hati kita...”
Dec 8th
1 note
November 2011
6 posts
“Kita terlalu sibuk untuk membuat definisi. Mengenai siapa yang menyakiti dan...”
Nov 16th
3 notes
“Aku busur panah yang patah, yang sekujur rindunya tak pernah sampai mengenai...”
Nov 16th
1 note
“Karena garis hidup kita telah sejak awal dituliskan oleh Tuhan, maka pertemuan...”
Nov 8th
2 notes
“Jantungku membeku. Dikulum udara yang turut setuju bahwa cintaku di-Aminkan oleh...”
Nov 8th
2 notes
“Manusia adalah jemari-jemari yang menengadah, menggapai-gapai cinta dari segala...”
Nov 7th
2 notes
“Hati harusnya punya tombol waktu untuk berhenti. Agar aku bisa dengan mudah...”
Nov 3rd
5 notes
October 2011
1 post
“Sesungguhnya, perpisahan hanyalah salah satu cara Tuhan untuk mengajari kita...”
Oct 13th
1 note
September 2011
7 posts
“Kita tak akan pernah kehilangan dengan mencintai, kita hanya akan kehilangan...”
Sep 23rd
1 note
“Andai aku dawai biola, akan kuciptakan simfoni yang paling memekakkan telinga....”
Sep 23rd
2 notes
“Jangan menjadikanku lampu taman, yang hanya dibutuhkan untuk menjaga nyala kala...”
Sep 22nd
1 note
“Sesekali mampirlah ke dalam kepalaku, agar kamu tahu betapa bahagianya saat aku...”
Sep 20th
4 notes
“Aksara, tempatku mengagumimu tanpa suara. Hanya dalam diam dan aku cukup...”
Sep 19th
2 notes
“Setiap detik melarikkan puisi. Kamu adalah perjalanan yang aku dambakan untuk...”
Sep 19th
2 notes